Selasa, 01 Mei 2012

Jenis-jenis Hubungan Antara Variabel

0 komentar


 
Sumber Gbr:stisforkas.blogspot.com
Jenis-jenis Hubungan Antara Variabel
Inti dari penelitian Ilmiah adalah mencari hubungan antara variabel. Yaitu variabel Independent (pengaruh) & variabel Dependent (terpengaruh). Maka dari itu perlu diketahui hubungan antara variabel lainnya. Hubungan tersebut yaitu:
1.        Hubungan Simetris
Variabel dikatakan punya hubungan simetris bila tidak ada variabel yang saling dipengaruhi oleh yang lain. Terdapat empat kelompok yaitu:
a.         Kedua variabel merupakan indikator untuk konsep yang sama.
b.         Kedua variabel merupakan akibat dari faktor yang sama.
c.         Kedua variabel berkaitan secara fungsional.
d.         Hubungan yang kebetulan semata-mata.
2.        Hubungan Timbal Balik
Yaitu hubungan dimana suatu variabel dapat menjadi sebab & akibat dari variabel lainnya.
3.        Hubungan Asimetris
Inti pokok analisa sosial terdapat dalam hubungan asimetris dimana satu variabel mempengaruhi variabel yang lain. Terdapat 6 hubungan asimetris, yaitu:
a. Hubungan antara stimulus & respons yang merupakan salah satu hubungan kausal & umumnya diteliti dalam ilmu eksak, psokologi & pendidikan.
b.  Hubungan antara disposisi & respons . disposisi adalah kecenderungan untuk menunjukkan respon tertentu dalam situasi tertentu. Contoh hubungan ini misal hubungan antara kepercayaan seseorang dengan kecenderungan memakai obat tradisional, atau keinginan bekerja & frekuensi mencari kerja.
c. Hubungan antara ciri individu & disposisi atau tingkah laku. Ciri individu adalah sifat individu yang tidak berubah & tidak dipengaruhi lingkungan seperti seks, suku bangsa.
d. Hubungan antara prakondisi yang perlu dengan akibat tertentu. Contohnya agar penyebarluasan kontrasepsi lewat saluran komersial bertambah luas, pajak impor kontrasepsi dibebaskan.
e.    Hubungan yang imanen antara dua variabel.
f.     Hubungan antara tujuan (ends) & cara (means). Contohnya jumlah jam belajar & nilai ujian   yang diperoleh.


Berbagai Hubungan Asimetris
A.      Hubungan Asimetris Dua Variabel
Dalam penelitian survai & penelitian sosial umumnya lebih banyak diarahkan pada hubungan asimetris yaitu hubungan antara variabel pengaruh & terpengaruh yang juga merupakan titik pangkal analisa dalam ilmu sosial. Hubungan itu dapat berupa hubungan antara dua variabel saja (bivariat) atau antara lebih dua variabel, yaitu satu variabel terpengaruh & beberapa variabel terpengaruh (hubungan multivariat). Dalam penelitian ada beberapa cara untuk menguji hubungan antara dua variabel yaitu tabulasi silang, rumus kai kuadrat, korelasi dan regresi.
B.      Hubungan Asimetris Tiga Variabel
Ada cara lain untuk mamasukkan ke dalam analisa variabel tambahan yang mempengaruhi variabel terpengaruh & variabel pengaruh. Yaitu dengan mengontrol variabel ketiga atau ke empat baik melalui sistem analisa atau dengan cara penentuan sampel. Dengan tujuan peneliti tidak terganggu oleh variabel-variabel tersebut dalam penelitiannya. Peneliti dapat mengubah pengaruh variabel luar dengan memasukkannya menjadi variabel kontrol atau penguji kedalam analisa. Dalam analisa kependudukan umur adalah variabel kontrol yang penting karena umur seseorang berpengaruh besar terhadap vertilitas, mortalitas migrasi dan juga terhadap variabel pengaruh seperti pendidikan & status ekonomi. Untuk memilih atau menentukan variabel-variabel kontrol tadi, peneliti dapat menggunakan akal sehat, teori & hasil empiris dari penelitian lain sebagai pedoman.
1.      Variabel penekanan & variabel penggganggu
Dari hasil analisa awal, tidak ada hubungan antara dua variabel, tetapi jika variabel kontrol dimasukkan, hubungan itu jadi nampak. Dalam kasus seperti ini variabel kontrol disebut sebagai variabel penekan (supressor variable)
2.      Variabel antara
Yaitu suatu variabel yang menjadi pengantara terhadap hubungan variabel yang lain. Dikatakan sebagai variabel antara apabila dengan masuknya variabel tersebut, hubungan statistik yang semula nampak antara dua variabel menjadi lemah atau bahkan lenyap.
3.      Variabel anteseden
Variabel ini mempunyai kesamaan dengan variabel antara yaitu merupakan hasil yang lebih mendalam dari penelusuran hubungan kausal antara variabel. Perbedaanya variabel antara menyusup di antara variabel pokok, sedangkan variabel antaseden mendahului variabel pengaruh.

0 komentar:

Poskan Komentar